Home / Info Jogja / Demi Pariwisata Yogyakarta, Pemerintah Bangun Tol dan Jalan Baru

Demi Pariwisata Yogyakarta, Pemerintah Bangun Tol dan Jalan Baru

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) akan membangun infrastruktur pendukung untuk meningkatkan konektivitas di kawasan wisata Borobudur. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan gantung, hingga sistem pengendalian banjir.

Kawasan Borobudur yang didalamnya terdapat Candi Borobudur sebagai mahakarya agung bangsa Indonesia merupakan Kawasan Cagar Budaya nasional dan warisan budaya dunia telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dikembangkan Pemerintah. Pengelolaan Kawasan Borobudur nantinya akan menggunakan prinsip “Single Destination, Single Manajemen”.

Target pemerintah yaitu untuk meningkatkan 2 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Borobudur dengan target penerimaan negara mencapai US$ 2 juta.

Demikian disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Minggu (29/1/2017).

Persoalan ini sudah diangkat dalam rapat Pembahasan Raperpres Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil di Yogyakarta.

Dalam meningkatkan konektivitas, beberapa ruas jalan tol, yakni ruas Cileunyi-Tasikmalaya-Cilacap-Yogyakarta-Solo serta ruas jalan tol Bawen-Yogyakarta saat ini tengah disusun Studi Kelayakannya. Khusus untuk ruas tol Bawen-Yogyakarta diharapkan proses konstruksi telah dapat dimulai tahun 2018.

“Pembangunan jalan tol jangan sampai melemahkan ekonomi lokal. Untuk itu harus dikaji betul dampaknya, termasuk dampak lingkungannya,” ujar Basuki.

Disamping jalan tol, jalan akses dari Bandara Internasional Kulon Progo menuju destinasi wisata di kawasan Borobudur akan dibangun oleh Kementerian PUPR dan diselaraskan target penyelesaiannya dengan rencana pengoperasian bandara pada kwartal pertama tahun 2019.

Jalan nasional yang ada di dalam kawasan Borobudur yakni ruas jalan Solo-Yogya-Kulon Progo juga akan dilakukan peningkatan. Demikian juga jalur jalan pantai selatan (Pansela) Jawa yang melewati 3 Kabupaten yakni Kulon Progo, Bantul dan Gunung Kidul akan ditingkatkan menjadi 2 lajur dengan lebar 7 meter.

Tahun ini, Kementerian PUPR akan menuntaskan Jalan Pansela yang belum tembus sepanjang 43,43 km, termasuk 8 jembatan dengan total panjang 2.913 m.

Selain meningkatkan akses jalan, Kementerian PUPR juga akan memberikan dukungan infrastruktur kepariwisataan, seperti pengendalian banjir termasuk sabo dam, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah 3R (reuse, reduce dan recycle), rumah susun, rumah swadaya dan jembatan gantung pada Kabupaten sekitar KSPN Borobudur.

Turut mendampingi Menteri Basuki yakni Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Rido Matari Ichwan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Tri Bayu Adji, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Herry Marzuki dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

(mkj/mkj/dtk)

Incoming search terms:

  • rute tol cilacap jogja

Check Also

Kolaborasi Insan Pariwisata lewat Jogja Heboh

Jadi Agenda Rutin Tarik Wisatawan di Low Season JOGJA-Untuk meningkatkan daya saing pariwisata DIJ, Asosiasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *