Home / Info Jogja / Saber Pungli OTT Petugas TPR Pantai Parangtritis

Saber Pungli OTT Petugas TPR Pantai Parangtritis

Dugaan penyelewengan uang retribusi di tempat pemungutan retribusi (TPR) objek wisata Pantai Parangtritis, Bantul tak lagi isapan jempol belaka. Hal itu dibuktikan oleh hasil kerja Satgas Saber Pungli yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua petugas TPR berinisial SS dan MR, Sabtu (21/1). Keduanya adalah aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bantul.

Dari tangan kedua pelaku, satgas mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, uang sebesar Rp 580 ribu, buku rekapan, dan beberapa lembar tiket masuk objek wisata. Namun demikian hingga Selasa (24/1) keduanya masih berstatus sebagai saksi.

Ketua Satgas Saber Pungli Bantul Kompol Dhanang Bagus Anggoro membenarkan adanya OTT. Menurutnya, ketidakberesan dalam pemungutan uang retribusi sudah berlangsung cukup lama. Kecurigaan ini merujuk hasil investigasi di sekitar Pantai Parangtritis.

Dikatakan, sebagian wisatawan yang ditemui satgas mengaku tidak diberikan tiket sesuai jumlah dan nilai retribusi yang seharusnya dibayarkan. Dhanang mencontohkan kunjungan satu rombongan bus berisi berisi 52 orang. Petugas TPR hanya memberikan 45 lembar tiket. Padahal, pimpinan rombongan membayar Rp 250 ribu. Dengan asumsi per lembar tiket Rp 5.000. Dengan begitu petugas nakal itu mendapatkan selisih keuntungan pribadi Rp 25 ribu.

Keterangan serupa diperoleh tim saber pungli dari rombongan wisatawan dengan minibus berjumlah 16 orang yang membayar Rp 60 ribu. Petugas TPR hanya memberi enam lembar tiket atau setara Rp 30 ribu.

“Sisanya bisa masuk kantong pribadi. Wisatawan di Pantai Depok juga hampir sama. Ada enam orang, tapi karcisnya lima,” beber Wakapolres Bantul ini, Selasa (24/1).

OTT terjadi ketika anggota satgas menyamar sebagai wisatawan. Dengan mengendarai minibus berisi 14 orang. Petugas TPR memungut retribusi Rp 65 ribu. Namun hanya memberikan sepuluh lembar tiket.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengaku sempat menahan SS dan MR. Namun, kemudian dilepaskan. Dengan alasan, penyidik masih melakukan pengembangan perkara. Anggaito berdalih akan menjerat kedua pelaku jika sudah mengantongi bukti yang cukup.

Penyidik berencana memanggil Kepala Dinas Pariwisata Broto Supriyanto untuk dikorek keterangannya. Surat pemanggilan sudah dilayangkan Senin (23/1).

“Akan kami terapkan Undang-undang Tipikor untuk menjerat keduanya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Jati Bayubroto membantah adanya OTT petugas TPR.

Menurutnya, Satgas Saber Pungli sebatas melakukan pemantauan lapangan. Sedangkan Broto Supriyanto berdalih belum menerima surat pemanggilan. (zam/mar/radarjogja)

Check Also

Kolaborasi Insan Pariwisata lewat Jogja Heboh

Jadi Agenda Rutin Tarik Wisatawan di Low Season JOGJA-Untuk meningkatkan daya saing pariwisata DIJ, Asosiasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *