Makam Giriloyo

makam-giriloyo[1]

Makam Giriloyo awal mulanya merupakan tempat yang diinginkan Sultan Agung sebagai tempat pemakamannya saat beliau wafat, setelah keinginannya untuk dimakamkan di Mekah tidak di ijinkan oleh para ulama di Mekah. Pemilihan tempat tersebut diambil setelah Sultan Agung mengambil batu dari tanah suci Mekah tersebut  kemudian batu tersebut dilempar oleh salah satu sunan Kalijogo ke tanah Jawa yang akhirnya jatuh di bukit Giriloyo tersebut. Namun setelah itu oleh Paman Sultan Agung tempat tersebut diminta sebagai tempat pemakamannya. Dan setelah Sultan Agung wafat maka beliau akhirnya dimakamkan di makam Raja raja di Imogiri, Bantul,  namun demikian walaupun jasad Sultan Agung berada di Makam Imogiri namun ruhnya bersemayam di Makam Giriloyo. Makam Giriloyo terletak di Selatan kota Yogyakarta sekitar 17 km, atau tepatnya berada di dusun cengkehan, desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul . Bangunan makam ini merupakan makam yang pertama kali yang dibangun oleh Sultan Agung Jadi usia makam ini menjadi paling tua dari makam yang ada yang dibangun oleh Sultan Agung. Makam ini dibangun kurang lebih pada abad 15 atau tepatnya pada 1 Februari 1788 M.

Area makam ini terbagi beberapa bagian bangunan yakni halaman satu terdapat 33 makam yang merupakan makam Sekaran Tiban merupakan makam secara rohani Sultan Agung, Kyai Guru Desti, Ngabehi Lor, Pangeran Haryobroto, Raden Tumenggung Haryobroto, Raden Adipati Banyuwangi, dan lain-lain. Sedangkan halaman dua terdapat 6 makam diataranya merupakan makam Panembahan Juminah, Kanjeng Haryo Mangkubumi Putro dalem ingkang Sinuwun Sedo Krapyak, Kanjeng Pangeran Haryo Sukowati putro, Kanjeng Pangeran Haryo Sukowati putro dalem Kasultanan Agungan, Kanjeng ratu Mas Hadi yang merupakan Ibu Sultan Agung, Raden Tumenggung Haryo Wongso dan Kanjeng Pangeran Martosoko. Pada Halaman ketiga yang merupakan halaman tertinggi terdapat makam Kanjeng Ratu Pembayun yang merupakan isteri Amangkurat. Dan pada sayap Timur terdapat makam Kyai Ageng Sentong dan Kyai Ageng Giring yang berada didalam ruang tersendiri dan Makam Panembahan Giriloyo atau Kanjeng Sultan Cirebon diberi pagar keliling dan diluar pagar masih terdapat beberapa makam diantaranya Makam Raden Ayu Nerang, Wiroguno, Kyai Juru Wiro Probho dan juga Tumenggng Honggobahu dan bebrapa makam prajurit. Pada bagian makam sebalah barat dibagian pojok sering digunakan sebagai tempat mencari pusaka.

Leave a Reply