Wisata Jogja Makam Sewu

Wisata Makam Sewu

Nama lain makam sewu adalah makam Panembahan Bodho. Nama makma sewu didasarkan pada pengkiut Panembahan Bodho yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Panjang batu nisan Panembahan Bodho adalah 192 cm, lebar 49 cm, tinggi 60 cm. Makam Panembahan Bodho ini telah diberi cungkup dan berlantai keramik warna putih. Batu Nisan Panembahan Bodho selalu ditutup dengan kelambu berwarna putih.

Sudah menjadi agenda rutin sejak lama bahwa di kompleks Makam Panembahan Bodho atau sering dikenal juga Makam Sewu, dilakukan upacara nyadran atau mengirim doa dan tabur bunga di kompleks makam. Nyadran Makam Sewu dilaksanakan tidak semata-mata dengan mengirim doa dan tabur bunga saja. Akan tetapi acara ini dikemas dalam aneka kegiatan.

Beberapa hari (biasanya 1-2 hari) sebelum hari H, di sekitar lokasi Makam Sewu ada pasar malam atau pasar tiban. Nyadran Makam Sewu untuk tahun 2013 ini dilaksanakan hari Senin 1 Juli 2013 pukul 13.00-16.30 WIB, bertepatan dengan tanggal 20 bulan Syaban (Ruwah). Umumnya Nyadran Makam Sewu memang dilaksanakan pada tanggal 20 Syaban atau setelah tanggal itu sebelum masuk ke bulan Ramadan. Sebelum semua kegiatan itu dilaksanakan, sebagai praacara dilaksanakan Arak (kirab) Jodang mulai dari lapangan di depan Kantor Desa (kelurahan) Wijirejo ke Pendapa Makam Sewu, dengan jarak tempuh sekitar 900 meter. Jodang adalah semacam tandu yang dipikul oleh empat orang (bisa lebih) yang di dalam tandu tersebut diletakkan semacam kotak. Kotak ini berisi makanan atau berbagai hasil bumi. Kotak tersebut umumnya dihias sedemikian rupa sehingga bisa membentuk semacam rumah-rumah kecil. Inti dari acara Nyadran Makam Sewu adalah melestarikan kebudayaan/tradisi, menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan, memohonkan ampunan bagi Panembahan Bodho dan semua orang yang dimakamkan di Makam Sewu, serta mohon berkat Tuhan untuk kehidupan selanjutnya.

Leave a Reply